kajian Aswaja

Alhamdulillah sekali hari jum’at 11 mei 2007 yang lalu dapat kesempatan ngikutin kajian aswaja di MRP. kajian disampaikan oleh KH marzuqi, pengasuh pondok pesantren gasek malang. kajian ini rencananya rutin diadakan setiap hari jum’at jam 3, ba’da ashar.Peserta yang mengikuti boleh siapa saja, bisa sebagai peserta tetap atau tidak.

Materi yang disampaikan seputar permasalahan fiqh yang paling mendasar. Penyampaian materi disampaikan secara langsung seperti ceramah, kemudian diikuti dengan tanya jawab. Mengenai dasar dan dalil-dalil yang digunakan merujuk pada kitab-kitab seperti bulughul marom, sohih bukhori, shohih muslim, dsb.

untuk pertemuan pertama in, dalil-dalil yang digunakan hanya disampaikan secara lisan, rencananya untuk pertemuan selanjutnya akan diberikan copy dari dalil-dalil yang digunakan baik dari Al Quran maupun hadits yang merujuk pada kitab-kitab seperti tersebut sebelumnya.

Mungkin yang akan mendapatkan copyan dasar/dalil yang dibahas adalah peserta tetap akan tetapi tidak menutup kemungkinan semua eserta akan mendapatkannya. makanya untuk cari amannya ya ngikut sebagai peserta tetap aja.

Jarang sekali ada kajian yang mendasar mengenai permasalahan fiqh yang lengkap dengan dalil-dalil baik berupa AlQuran ataupun hadits. Dan dasar yang digunakan tersebut merujuk pada beberapa kitab, tidak hanya dari buku kajian yang biasanya kita pelajari. Hal ini akan lebih memantapkan pemahaman kita karena kita disuguhi berbagalquran maupun hadits. Baik yang sifatnya sohih atau dhoif ataupun dilihat dari sisi periwayatannya.

mungkin kajian ini bertujuan memberikan pemahaman yang mendasar bagi peserta yang mengikutinya karena semakin maraknya kajian-kajian yang masuk kekampus dengan berbagai atribut-atribut keagamaan yang mungkin membingungkan bagi kalangan awam seperti saya.

terima kasih buat teman-teman mahasiswa yang mengadakan kajian ini. Smoga saja kajian ini menyentuh banyak lapisan mahasiswa sehingga kita dapat pegagngan. harapannya dengan pegangan dasar agama kita tidak mudah teromabang ambing oleh banyaknya perkembangan agama yang sering membingungkan. tanpa harus saling menyalahkan.

karena pada dasarnya kita sama-sama islam, dan kita hanya penumpang sebuah angkutan yang tidak bisa menyetir dan hanya bisa mengikuti apa yang dikatakan oleh sopir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s