Hilangnya sebuah eksistensi

Judul apaan sih ini kok kaya’ buerat….
Apaan she eksistensi itu, aku kutip aja dari Wikipedia, http://en.wikipedia.org/wiki/Existence

Existence is what is asserted by the verb ‘exist’ (derived from the Latin word ‘existere’, meaning to appear or emerge or stand out). The word ‘exist’ is certainly a grammatical predicate, but philosophers have long disputed whether it is also a logical predicate.
Some philosophers claim that it predicates something called ‘existence’ of the subject. Thus ‘four-leaved clover exists’ predicates ‘exists’ of the subject ‘four-leafed clover’. Cognates for this predicate are ‘is real’, ‘has being’, ‘is found in reality’, ‘is in the real world’ and so on.
Other philosophers have denied that existence is logically a predicate, and claim that it is merely what is asserted by the etymologically distinct verb ‘is’, and that all statements containing the predicate ‘exists’ can be reduced to statements that do not use this predicate. For example, ‘Four-leaved clover exists’ can be analysed into the equivalent statement ‘some clover is four-leaved’, where the verb ‘is’ connects the subject ‘some clover’ with the predicate ‘four-leaved’.

Kalo menurut pendapatku eksistensi berarti keberadaan kita, atau apa ya diakuinya keberadaan kita. Kita merasa kita di akui, kita merasa kita dibutuhkan, dan kita merasa bahwa kita memeliki sesuatu. Untuk memperoleh eksistensi kita mesti berusaha biar orang melihat kita kalo kita itu ada,kita mampu memberikan kontribusi, atau yang paling gampang ….. seseorang yang bergabung dalam klub bulu tangkis misalnya pasti bias bulu tangkis kalo ga gitu dia mo belajar bulu tangkis ato apalah yang ada kaitannya dengan klub itu sehingga orang lain bias berkata kalo si A ikut bulu tangkis lho. Dan si A juga keren lho main bulu tangkisnya. Ato Tanya si A saja dia kan tergabung dalam klub bulu tangkis jadi dia pasti ngerti bulutangkis. Mungkin itu sekedar ilustrasi dan pendapatku aja.
So pasti ada usaha untuk mendapatkan eksistensi itu. Yang tentunya perlu pengorbanan… tapi ketika suatu saat si A dah keluar dari klub bulu tangkis mungkin ia masih sedikit2 ada orang bertanya dan mungkin si A juga bias bercerita sedikit tentang bulu tangkis di klub A, kegiatannya seperti apa. Namun tidak sebanyak ketika dia tergabung dalam klub tersebut. Jadi ketika kita sedikit demi sedikit keluar dari suatu komunitas pasti kita akan kehilangan eksistensi kita dalam komunitas tersebut walopun orang masih sedikit menganggap anda ada dalam bagian tersebut. Tapi hal itu sudah lalu… dan ketika kita mencoba untuk mengembalikan eksitensi itu tentunya kita mesti berkorban kembali kare kemungkinan juga orang yang ada dalam komunitas itu sudah bukan generasi anda. So betapa mudahnya ketika kita mo menghilang dan otomatis eksistensi kita juga perlahan-lahan ikut menghilang. Walo mungkin kita sudah pernah berusaha mendapatkannya dan akhirnya memilikinya.
Namun semua itu pilihan yang kita tentukan. Dunia hanya akan memberi jawaban atas apa yang pernah kita lakukan. Bukan apa yang kita pikirkan!!!

2 thoughts on “Hilangnya sebuah eksistensi

  1. Waduh apalagi tuh… Sayang diriku bukan seorang yang tahu semuanya hanya menuliskan apa yang telah ku alami dan kurasakan so kalo di suruh jawab pertanyaan-pertanyaan tersebut mending diem aja daripada salah jawab. bagi yang ahli monggo kalo mo jawab. Thanx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s